Seri ke15 Adab Tidur

Dibaca 0 kali

Pendahuluan

Tidur itu laksana tempat singgah sementara bagi seorang musafir, setelah lelah menempuh perjalanan seharian. Lalu ia kembali kerumah sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk melepas lelahnya dengan istirahat. Seraya pasrah menyerahkan urusannya kepada Alloh. Tidur merupakan bukti akan kebesaran Alloh sekaligus bukti betapa lemahnya manusia dihadapan-Nya. Tidur merupakan saat rehat sejenak untuk mempersiapkan gairah dan semangat yang merupakan rahmat (kasih sayang) dari Alloh SWT.

وَمِنْ رَحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (QS Al Qoshosh : 73)

Tidur ibarat saudara kembarnya kematian, dimana saat tidur sistem indra manusia dinonaktifkan, hilang kesadarannya. Maka manusia dalam kondisi ini adalah mati, diamana hanya jantung yang berdetak dan nafas yang berhembus dan darah yang tetap mengalir. Maka pada setiap sesuatu itu ada tanda kekuasan dan ke Esaan-Nya.


Berikut ini beberapa etika islami saat tidur :
1. Wudhu sebelum tidur, lalu sholat sunnah walupun hanya dua rakaat dan ditutup dengan sholat witir. Maka usahakanlah jangan tidur sebelum wudhu dan sholat terlebih dahulu.

عن أبي أمامة قال: سمعت رسول الله يقول: من أوى إلى فراشه طاهرا، وذكر الله عز وجل حتى يدركه النعاس، لم يتقلّب ساعة من الليل يسأل الله عز وجل خيرا من الدنيا والآخرة إلا أعطاه إيّاه رواه ابن السني 

Artinya : Dari Abu Umamah berkata, aku mendengar Rosululloh bersabda : “Barang siapa yang pergi ke tempat kasurnya (tidur) dalam keadaan bersuci dan dzikir kepada Alloh sampai datangnya rasa kantuk. Maka tidaklah jam demi jam yang berganti dimalam itu, ia meminta kepada Alloh kebaikan dunia akhirat melainkan Alloh pasti akan kabulkan permintaannya. (HR Ibnu Sina)

2. Mengevaluasi diri sebelum tidur atas apa yang diperbuat pada hari itu, seraya membaca istighfar atas dosa yang telah dilakukannya.

Rosululloh SAW bersabda :

عن أبي سعيد الخدري عن النبي قال: من قال حين يأوي الى فراشه: أستغفر الله الذي لا اله إلا هو الحيّ القيوم وأتوب إليه، غفر الله تعالى له ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر. رواه الترمذي

Artinya : Dari Abu Said Al khudriy dari Nabi SAW bersabda : “Barang siapa yang ketika mendatangi tempat tidurnya membaca : “Aku memohon ampun kepada Alloh yang tidak ada tuhan selain-Nya, Dialah yang maha Hidup kekal terus menerus mengurus makhluk-Nya, aku kembali kepada-Nya (bertaubat). Maka Alloh ampuni dosa-dosanya meskipun dosanya sebanyak buih dilautan. (HR At Tirmidzi)

3. Membaca ayat kursi, surat al ikhlash dan mu’awidzatain sebelum tidur

عن عائشة ا أن النبي كان إذا أوى الى فراشه كل ليلة جمع كفيه ثم نفث فيهما وقرأ: قل هو الله أحد، وقل أعوذ برب الفلق، وقل أعوذ برب الناس ثم مسح بهما ما استطاع من جسده يبدأ بهما على رأسه ووجه وما أقبل من جسده، يفعل ذلك ثلاث مرات". متفق عليه

Artinya : Dari Aisyah r.a , bahwasanya apabila Nabi SAW pergi menuju tempat tidurnya setiapa malam, Beliau rapatkan telapak tangannya kemudian meniupkan atas kedua telapak tangnanya sembari membaca : Surat Al ikhlas, Surat Al Falaq dan surat An Naas, kemudian mengusapkannya keseluruh tubuhnya sejauh yang bisa terjangkau, yaitu meliputi kepalanya, mukanya dan bagian depan tubuhnya, beliau melakukannya sebanyak tiga kali. (Muttafaqun ‘alaih)

4. Membersihkan kasur dan sprei sebelum merebahkan badan diatas kasur untuk memastikan tidak adanya serangga atau binatang berbahaya lainnya.

5. Kemudian rebahkan badan dengan miring sebelah kanan. Dan tidak menjulurkan kaki ke arah barat lalu berdoa dengan salah satu doa yang diajarkan Rosululloh SAW.

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: إذا أوى أحدكم الى فراشه فلينفض فراشه بداخلة إزاره فإنه لا يدري ما خلفه عليه، ثم يقول: باسمك ربي وضعت جنبي وبك أرفعه إن أمسكت نفسي فارحمها وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادك الصالحين. متفق عليه

Artinya : Dari Abu Hurairoh r.a berkata, Rosululloh SAW bersabda : “Apabila salah seorang diantara kalian tidur, maka hendaknya periksalah tempat tidurnya dengan menyingkap bagian dalam kain penutup kasur, karena kita tidaka tahu apa yang ada didalamnya. Dan kemudian membaca : “Dengan nama-Mu aku letakkan lambungku (tidur), dan karena-Mu aku mengangkatnya (bangun), jika Engkau menggenggam ruh-ku maka kasihanilah ia, namun jika Engka melepaskannya maka peliharalah dengan penjagaan yang Engkau lakukan untuk hamba-hamba-Mu yang sholih.” (Muttafaqun ‘alaih)

6. Tidak memaksakan diri untuk tidur jika belum datang kantuk, dan tidak tiduran jika belum saatnya tidur.

7. Membiasakan diri untuk tidur lebih awal, karena hal ini akan membantu bangun diawal waktu dalam keadaan bergairah dan semangat untuk beribadah.


تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan. (QS As Sajadh : 16)

8. Memakai pakaian yang lembut, yang nyaman dipakai namun tetap menutup aurat, dan jangan sekali-kali tidur dalam keadaan telanjang. Serta pilihlah tempat yang tenang dan nyaman untuk tidur, dan masing-masing orang memisahkan diri dengan orang lain menggunakan sekat

9. Kamar tidur laki-laki terpisah dengan kamar tidur perempuan

10. Tidak tidur sambil tengkurab, karena bisa merugikan kesehatan

عن يعيش بن طخفة قال: قال أبي: بينما أنا مضطجع في المسجد على بطني إذا رجل يحرّكني برجله فقال: إن هذه ضجعة يبغضها الله، قال: فنظرت فإذا هو رسول الله. رواه أبو داود

Artinya : Dari Ya’isy bin tukhfah berkata, Ayahku berkata : “Tatkala aku tidur dimasjid sambil terlungkap, tiba-tiba seseorang menggerak-gerakanku dengan kakinya, lalu berkata : “Sesungguhnya ini adalah cara tidur yang dibenci Alloh, Ayahku berkata : Maka aku melihatnya, ternyata beliau adalah Rosululloh SAW. (HR Abu Dawud)

11. Menyebut nama Alloh setiap kali terbangun saat tidur

عن عائشة ا قالت: كان رسول الله إذا تعارّ من الليل قال: لا اله إلا الله الوحد القهار، ربّ السموات والأرض وما بينهما وهو العزيز الغفّار. رواه النسائي

Artinya : Dari Aisyah berkata : Adalah Rosululloh apabila terbangun dimalam hari beliau mengucapkan : Tidak ada Ilah kecuali Alloh yang maha Esa dan Memaksa, Yang memelihara langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya, dan Dia maha Perkasa lagi maha pengampun (HR An Nasai)

12. Tidurlah secara proposional tidak berlebihan, tidurlah tidak lebih dari 8 jam sehari

13. Tutuplah pintu dan jendela, mematikan lampu dan menutupi bejana air dan makanan sebelum tidur

عن جابر بن عبدالله قال: قال رسول الله: أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم، وأغلقوا الأبواب وأوكئوا الأقية وخمّروا الطعام والشراب. متفق عليه

Artinya : Dari Jabir bin Abdulloh berkata Rosululloh SAW bersabda : “Matikanlah lampu dimalam hari jika tidur, tutuplah pintu, tutuplah bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaqun ‘alaih)

14. Berbhagailah apabila mimpi indah serta meminta kebaikannya kepada Alloh dan boleh menceritakannya kepada orang yang disukai. Dan berlindunglah kepada Alloh apabila bermimpi yang buruk, serta tidak perlu merasa sial atau celaka dengan mimpinya itu dan mintalah kepada Alloh agar dihilangkan keburukannya.

عن أبي سعيد الخدري أنه سمع رسول الله يقول: إذا رأى أحدكم رؤيا يحبها، فإنما هي من الله تعالى فليحمد الله عليها وليحدّث بها، ـ في رواية: فلا يحدّث بها إلا من يحب ـ وإذا رأى غير ذلك مما يكرهه، فإنما هي من الشيطان، فليستعذ من شرّها ولا يذكرها لأحد فإنها لا تضرّه. متفق عليه

Artinya : Dari Abu Said Al Khudriy belia mendengar Rosululloh SAW bersabda : “Apabila salah seorang diantaramu bermimpi yang baik, maka sesungguhnya itu datangnya dari Alloh, maka pujilah Alloh dan ceritakanlah pada orang lain. –dalam riwayat yang lain- janganlah menceritakannya kecuali pada orang yang dicintai-. Dan apabila bermimpi yang tidak disukai (buruk) maka itu datangnya dari syaithan, maka berlindunglah kepada Alloh dari kejelekannya, dan janganlah menceritakannya pada orang lain karena itu tidak ada gunanya. (Muttafaqun ‘alaih)

15. Dan apabila mengalami kesulitan tidur maka berwudhu dan sholatlah, kemudian mohon perlindungan kepada Alloh dari kejahatan makhluknya dan kejahatan syaithan yang terkutuk. Kemudian berdoa sesuai dengan doa yang diajarkan oleh Rosululloh SAW.

عن زيد بن ثابت رضي الله عنه قال: شكوت الى رسول الله أرق أصابني فقال: قال اللهم غارت النجوم، وهدأت العيون، وأنت حيّ قيوم، لا تأخذك سنة ولا نوم، يا حي يا قيوم أهدئ ليلتي وأنم عيني. فقلتها فأذهب الله عز وجل ما كنت أجد. رواه ابن السني

Artinya : Dari Zaid bin Tsabit r.a berkata : Aku mengadu kepada Rosululloh soal kesulitan tidur yang menimpaku. Lalu beliau bersabda : “Ya Alloh bintang-bintang tenggelam dan semua mata terlelap, sedang Engkau Maha Abadi terus menerus mengurus makhluk-Mu. Engkau tidak pernah terkena kantuk dan tidur, wahai Zat yang Maha Abadi terus menerus mengurus makhluknya, tenangkanlah malamku dan pejamkanlah mataku.” Maka aku baca doa tersebut dan Alloh menghilangkan apa yang aku rasakan sebelumnya. (HR Ibnu Sinai)

About Me.


EmoticonEmoticon